Sabtu, 28 September 2019

SEJARAH KELAHIRAN KAMMI


SEJARAH KELAHIRAN KAMMI


 Latar Belakang Kemunculan Umum

a)    Adanya indikator krisis yang akan mematikan potensi bangsa.

Banyak kalangan memperkirakan pemerintah tidak akan mampu berbuat banyak menghadapi situasi dan kondisi yang sangat menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan. Pemerintah tidak mampu bertahan lama tanpa adanya terobosan terobosan baru yang mendasar.

b)    Urgensi sebuah tuntutan reformasi.  

Reformasi adalah jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi krisis dan membangun format dari wacana politik kontemporer yang lebih baik.

c)    Adanya kepentingan umat Islam untuk segera berbuat.

Konsilidasi yang dapat dilaksanakan oleh ummat minimal  dua untuk kepentingan yaitu:
1.  Take position to save : mengambil posisi agar tidak menjadi korban keruntuhan
2.  Take position to act : berusaha menempati posisi yang paling memungkinkan untuk menjadi kekuatan alternative.

           Latar Belakang Kemunculan Khusus

1         Aksi demonstarsi dan mimbar semakin manjamur untuk menuntut kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan di segala bidang. Namun, masih terdapat kendala kesiapan konsepsional dan manajemen aksi yang belum terorganisir secara baik dan alternative.

2         Mahasiswa islam merupakan elemen potensial yang merupakan unsure kekuatan kampus yang paling solid dan kokoh untuk untuk memjadi basis kekuatan alternative dan oposan dalam menggelindingkan bola salju reformasi.


3         Suara ummat islam mulai terabaikan, sehingga ummat islamlah yang paling bertanggung jawab untuk menyuarakan kepentingannya. Mahasiswa islam sebagai kaum elit intelektual menjadi bagian integral yang akan mampu memoles wajah politik agar dapat menguntungkan kepentingan ummat islam.

4         Depolitisasi kampus memandulkan peran mahasiswa . kekuatan mahasiswa harus menunjukkan avant garde (kepeloporan) di antara kekuatan-kekuatan lainnya. Gerakan mahasiswa harus mencerminkan jati diri dan prestasi sebagai seorang mahasiswa . kekuatan mahasiswa harus tampil beda, lebih luas dan lebih besar lagi tanpa dibatasi lingkungan geografis di sekitar kampus saja. Gerakan mahasiswa harus senantiasa dijaga kontinuitasnya, baik kualitas, kuantitas maupun kemurniannya agar tidak mudah dieleminasi dan intimidasi. Karena dengan orisinilitasnya juga, mahasiswa mampu menjadi kekuatan oposisi yang dapat melakukan reserve atas distorsi-distorsi yang bakal terjadi.



 FSLDK X 1998

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FS-LDKN) X se-Indonesia adalah agenda dua tahunan yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Kampus dan Kerohanian Islam Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri/swasta se- Indonesia.Pada Tahun 1998 FS-LDKN diselenggarakan oleh Jamaah AR. Fachrudin Universitas Muhammadiyah Malang selama 5 hari di mulai sejak 25 hingga 29 Maret 1998. Acara ini dihadiri oleh 69 LDK yang berafiliasi dari 64 kampus (PTN-PTS) di seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktivis dakwah kampus.
FS-LDKN X dilaksanakan dalam kondisi Negara yang memprihatinkan di tengah terpaan krisis ekonomi sejak 1997 dan diikuti dengan krisis multi dimensi termasuk krisis moral dan kepercayaan terhadap pemerintah. Dalam Diskusi-diskusi baik formal maupun informal para peserta memiliki kerisauan dan keingin untuk berbuat guna mengambil peran dalam menyeleasikan krisis, karena mereka menyadari peran dan tanggungjawab sebagai mahasiswa dan pemuda di negeri ini.

           2 Alasan Pembentukan Wadah Aksi Mahasiswa

Kerisauan dan keterpanggilan sebagai anak bangsa untuk berbuat memperbaikan kondisi  dalam cengkraman kriris multidimensi tersebut berujung pada perlunya dibuat sebuah wadah untuk menghimpun semua potensi yang dimiliki karena tidak mungkin menyelesaikan permasaahan bangsa tanpa terorganisir dengan baik. Setidaknya ada 2 alasan perlunya dibentuk wadah aksi mahasiswa muslim :
a.  Tanggungjawab moral terhadap kondisi bangsa.
b.  Kesepakatan membentuk lembaga koordinasi mahasiswa Islam untuk merealisasikan agenda politik guna membangun kekuatan yang dapat berfungsi sebagai Peace power untuk melakukan tekanan moral terhadap pemerintah diluar lembaga LDK dan FSLDKN karena terlalu banyak yang harus ditangani oleh dua lembaga tersebut (LDK dan FSLDKN).

   Delapan orang TIM FORMATUR
Proses pembentukan wadah aksi mahasiswa muslim tersebut kemudian memuncak dengan dibentuknya Tim Formatur yang terdiri dari :
1.  Ananto Pratikno (Ketua Jama’ah AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah Malang) Sebagai  Ketua Tim Formatur.
2.  Badaruddin (Ketua Forum Komunikasi LDK Univ. Airlangga)
3.  Andri Yunia Kusumawati (Komunikasi LDK Univ. Airlangga)
4.  Edi Chandra (DKM Al-Ghifari IPB)
5.  Faizal Sanusi (Ketua Kerohanian Islam Senat Mahasiswa UI)
6.  Febri Nur Hidayat (Ketua Bidang Hubungan Luar Lembaga Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB)
7.  Muhammad Arif Rahman (Ketua Jama’ah Shalahudin UGM)
8.  Suhendra (Ketua UKM Kerohanian Islam Univ. Diponegoro)





    Deklarasi Malang
Tim Formatur  sepakat memilih Fahri Hamzah (UI) dan Haryo Setyoko (UGM) sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang di deklarasikan dengan pembacaan Deklarasi Malang pada pukul 13.00  tanggal 29 Maret 1998 bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1418 H.

   Kenapa Memakai nama KAMMI?

Setidaknya ada dua alas an memakai nama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) :
1.  Sejarah Indonesia membuktikan bahwa Gerakan Kultural Indonesia adalah Islam dan terbukti berhasil (Perebutan kemerdekaan, Penutupan SDSB, Pemberantasan PKI 1966 dan lain sebaginya), ditambah dengan gerakan mahasiswa yang selalu moral force
2.  LDK adalah aktivitas masjid kampus tidak representative menggunakan label mahasiswa Indonesia tetapi Mahasiswa Muslim. Karena yang lebih representative menggunakannya adalah pertemuan SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) se-Indonesia

    Lima  Konsekuensi memakai nama KAMMI
Memilih nama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) tentunya tidak sembarangan tentu memiliki maksud dan konsekuensi tersendiri.

1.  KESATUAN. Kekuatan yang terorganisasi menghimpun mahasiswa muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat dengan format gerakan KAMMI
2.  AKSI. Orientasi riil dan sistematis dilandasi gagasan konsepsional untuk mewujudkan masyarakat madani
3.  MAHASISWA. Aktivis KAMMI adalah mahasiswa dari berbagai strata di seluruh Indonesia
4.  MUSLIM. Mahasiswa yang komitmen pada perjuangan ke-Islaman dan kebangsaan yang jelas dan benar dan berakhlakul karimah dalan setiap aktivitasnya.
5.  INDONESIA. Dilandasi pemahaman akan realitas kemajemukan di Indonesia dan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama, rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.

      Makna Lambang KAMMI

Lambang KAMMI terdiri atas :

§  Warna dasar putih
§  Peta negara Indonesia berwarna hijau tua dengan latar belakang bola dunia berwarna biru laut
§  Lengan tangan kanan manusia yang kekar dengan jari-jari terbuka
§  lima kuntum bunga mawar merah yang melingkar dilengan
§  Gradasi warna putih menuju hijau tua
§  Tulisan “KAMMI” dengan cetak tebal berwarna hijau tua





Tafsir Lambang KAMMI adalah:

§  Warna dasar putih menjelaskan kesucian perjuangan KAMMI yang dilandasi nilai-nilai tauhid.
§  Peta negara Indonesia yang berwarna hijau melambangkan komitmen KAMMI dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bengsa Indonesia dan untuk mewujudkan masyarakat Islami di indonesia
§  Bola dunia yang berwarna biru cerah melambangkan universalitas nilai Islam yang KAMMI dakwahkan.
§   Lengan tangan kanan manusia yang kekar dengan jari-jari terbuka menggambarkan komitmen perjuangan KAMMI melawan kebatilan dilakukan dengan segenap kekuatan
§  Kuntum mawar merah menggambarkan prinsip perjuangan KAMMI yang mengedepankan nilai-nilai perdamaian
§  Gradasi warna putih menuju hijau tua melambangkan strategi pencapaian visi KAMMI yang dilakukan secara bertahap
§  Tulisan “KAMMI” bercetak tebal dengan warna hijau tua menjelaskan ketegasan KAMMI sebagai gerakan mahasiswa yang berasaskan Islam




Tidak ada komentar:

Posting Komentar